Pundak Desember.
Hari itu, Desember rasanya mendapat balasan dari semua kisah diam yang sunyi. Harapannya, ini bukan sekadar jebakan bagi seorang wanita yang masih awam tentang perasaan. Kesederhanaan ini sudah cukup untuk asumsi hidup wanita sepi Temi julukan nya. Temi berterima kasih atas hadirnya, mengenalnya. Hidup terasa pahit jika hanya berkutat pada materi ilmiah dan sosial, tanpa usaha untuk mencari makna yang lebih dalam. Temi tidak ingin orang tersebut merasa terganggu oleh kehadirannya.
Temi sangat senang bisa melihat senyuman dari jarak dekat. Dia tidak haus akan senyuman itu, hanya membalasnya secukupnya. Temi berharap orang tersebut menikmati liburannya. Dia tidak ingin orang itu merasa iba padanya hanya karena perasaan yang tidak masuk akal duga nya.
Pandai mencari solusi untuk teman-teman nya ia lah dewi angin yang cerdas tapi sayang ia bak angin yang liar yang tidak bisa mengendalikan kemana dia akan berkelana di hati yang berbunga ini. Temi selalu berharap jika rasanya yang di ambang pilu tidak begitu memecah dan terdengar di telinga pedang yang tumpul itu.
Komentar
Posting Komentar